seribu bintang di langit malam.

ada sebuah hal yang mengganggu bagai parasit, bagai bakteri, tapi hal tersebut tak akan hilang. itulah masalah. di dunia ini selalu saja ada masalah. ada yang menyebutnya sebagai ujian, ada pula yang menganggapnya sebagai cobaan. setiap hari, masalah akan bertambah berat dan terus memberat hingga suatu saat kita berpikir bahwa Tuhan terlalu jahat untuk memberikan kita masalah tersebut. tetapi apakah itu benar?

di langit malam yang gelap, ada seribu bintang yang berkedipan. ada juga bulan yang menyinari. kalau dalam memandang orang dengan contoh whiteboard, pasti yang keliatan spidol itemnya kan? sama! kebalikannya, hitam disini mungkin jumlahnya lebih banyak. tapi coba picingkan mata sebenetar. kelihatan kan, bintang putih lagi berkelipan? itu adalah hamparan hikmah. itu adalah intisari kebaikan dari semua masalah. walau langit begitu gelap, ingat, jauh di atas sana masih ada banyak bintang yang terang.

baru-baru ini saya kehilangan 60gb data penting dari laptop. awalnya pahit, bahkan sangat pahit. saya bahkan terus menangis pelan saat harus mengantar si putih ke apple store. tapi setelah semuanya berlalu, saya sadar. kehilangan sesuatu yang penting kadang membuat hidup kita lebih ringan, membuat kita kehilangan beban. itu hanyalah sepotong hikmah ringan yang bisa saya ambil.

beberapa waktu lalu, osispk smpn 5 melakukan sebuah kontemplasi singkat. saya mengingatkan dan ingin menyadarkan mereka dengan sebuah pertanyaan:

apa saja kelebihan diri kamu?

banyak yang menangis dan bahkan terbata-bata saat harus menjawab. tetapi ternyata setelah kita bersama mengeksplorasi pertanyaan tersebut, jawabannya justru sangat banyak! kita semua harusnya bersyukur saat mengetahui bahwa anggota tubuh kita masih lengkap, saat keluarga kita masih lengkap, saat kita masih punya teman apalagi sahabat, saat kita masih bisa hidup, dan saat kita, atau tepatnya saya, masih bisa melihat indahnya seribu bintang di langit malam ini.

alhamdulillah.

:)

titik hitam di atas whiteboard.

semua manusia yang kita lihat sehari-hari, adalah gambaran sempurna dari papan tulis putih, atau kertas putih. di papan-papan tersebut, kita dapat melihat adanya titik-titik hitam spidol diantara papan putih tersebut. jika orang bertanya: apa yang kamu lihat? tentunya dengan mudah kita semua dapat menjawab: titik-titik hitam. tetapi adakah orang yang menjawab: itu adalah papan tulis putih yang besar? saya rasa, semua diantara kita akan jarang melakukan itu. dan itu adalah penggambaran dari diri seorang manusia.

kita sudah melihat banyak sekali orang-orang yang sempurna dari segala sisi dan sudut. sebagai contoh, ustadz terkenal yang dulu berdomisili di bandung. banyak sekali kebaikan yang telah beliau lakukan. banyak sekali keluarga yang dapat hidup karena bergantung kepada perusahaan milik beliau. bahkan keluarga saya yang merupakan rekan dekat beliau dapat berubah dikarenakan hadirnya ceramah-ceramah beliau yang selalu menyejukkan.

tapi ketika beliau melakukan sebuah hal buruk yang remeh: poligami, semua manusia di indonesia dengan seketika melaknat dan membenci beliau. ibu-ibu menangis benci serta kecewa. bapak-bapak di seluruh indonesia seketika dikurung dan diborgol di kamar oleh istri-istri mereka :p (hiperbol ah). tetapi adakah yang masih mengingat betapa beliau telah berhasil mengubah begitu banyak kafir menjadi mualaf? mendirikan perusahaan yang merupakan sumber kehidupan ribuan keluarga? menjadi penyejuk bagi berjuta hati yang sedang gundah? membuat masjid istiqlal penuh manusia di minggu siang? saya rasa hanya ada sedikit yang masih mengingat semua kebaikan itu.

para pencipta peribahasa indonesia telah menangkap kejadian tersebut dan menciptakan kata-kata yang sungguh menawan: karena nila setitik, rusak susu sebelanga. lalu ada juga peribahasa kemarau setahun dihapuskan hujan sehari. itulah yang selalu terjadi pada manusia. dan apakah kita bisa melihat papan tulis putih besar tersebut? tergantung kepada mata siapa yang melihat. dan saya disini sedang berusaha untuk selalu melihat bagian putih tersebut, dan akan mengabaikan hitamnya. toh, setiap white board selalu dilengkapi penghapus. dan setiap manusia juga memiliki kesempatan taubat dan memohon maaf :)

tulisan ini bakal ada part 2-nya! tunggu tanggal mainnya.

kembalikan internet kami!

mau marah, tapi beneran deh ga ngerti kudu marah ke siapa. saya bingung saat akhir-akhir ini situs favorit baru saya, multiply, tiba-tiba ga bisa dibuka. apaan sih sebabnya? ternyata banyak blokir-blokir gitu dimana-mana. saya beneran bingung, ini tuh indonesia atau negara komunis sih? kebayang ga menderitanya orang-orang yang jualan di multiply terus tiba-tiba keblokir aja gitu. syukur deh wordpress ga diblokir. dan jangan sampe diblokir deh. mau ngapain lagi di internet coba, kalo nasibnya kaya gini? aduh indonesia.

updated: udah bailik normal ternyata! alhamdulillah.

anyway, i’ve just upgraded to wordpress 2.5 dan ternyata keren banget interfacenya. wow. suka banget.

satu lagi pesan sponsor (don’t take it too seriously):

mungkin segini dulu update singkatnya. jujur, banyak banget kejadian tapi terlalu sedikit waktu buat cerita. sekali lagi, kembalikan internet bebas milik kami!

sebuah bualan tentang lomografi.

akhir-akhir ini saya disibukkan dengan berbagai macam istilah dan pengetahuan yang belum diketahui sebelumnya. mulai dari asa, iso, exposure, film slide, cross-process, dan lainnya. saya mempelajari semua ini dikarenakan sebuah benda mungil berkilau yang diberi nama fisheye 2 limited white edition, yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan bernama lomography.

few_b.jpg

lomografi sendiri menurut sebagian orang adalah “cara unik” untuk memotret menggunakan kamera-kamera tua atau unik keluaran perusahaan lomography. jika di kamera digital orang mencari foto dengan bokeh terbaik atau dof yang mantap, dalam lomografi, yang dicari justru warna yang ngaco serta blur-blur kacau yang disebut-sebut sebagai ethereal blur tersebut. hmm. selain itu, hasil foto lomografi yang terlihat kacau ini seringkali disebut sebagai artistik dan menarik juga fantastik. padahal, menurut fotografer handal, lomografi ini merupakan cara untuk mengomersialisasi kamera butut yang sebenernya ngga bisa apa-apa. sementara para lomografer sejati berkilah bahwa lomografi adalah sebuah cara baru untuk orang-orang yang mulai bosan dengan era digital dimana segalanya serba indah dan instan. dua-duanya benar! saya setuju dengan kedua pendapat tersebut. tetapi apa yang membuat saya tertarik kepada lomografi adalah satu hal: belajar menghargai.

nanti saja terakhir kita bahas soal menghargai tersebut yaa! sekarang kita akan melihat hari hari seorang iyo bersama kamera fisheyenya!

Continue reading ’sebuah bualan tentang lomografi.’

hanya bualan tanpa huruf kapital.

dekapitalisasi.

bukan, bukan arti yang ribet itu. yang satu ini maksudnya simpel: penghilangan Huruf Kapital.

penting yah ditulis? bukannya lebih baik saya bikin tulisan klarifikasi “kemana aja iyo selama ini ninggalin blog ampe lumutan”? ah, itu mah so last year. masalahnya, saya yakin pembaca blog ini *itupun kalo masih ada :P* pastinya udah tau kebiasaan saya yang angin-anginan ngikutin perasaan. aduduh.

nah, balik lagi ke masalah dekapitalisasi. kenapa sih? penting gituh? jawaban saya: penting.

baiklah mungkin j.s. badudu akan marah karena saya nggak ngikutin eyd dan saya menulis nama beliau dalam huruf kecil, tetapi buat saya, huruf kapital itu terkadang sangat mengintimidasi. kesannya sombong, gitu. bandingin deh:

Simply Iyo

dan

simplyiyo.

buat saya pribadi, yang pertama itu kesannya kaku dan formal. sedangkan yang kedua itu lebih muda juga down-to-earth. apalagi dengan penambahan titik yang dapat diartikan sebagai: simplyiyo saja. simplyiyo doang. simplyiyo weh. ataupun simply simplyiyo. jadi simplyiyo, ga pakek yang lainnya. blog ini isinya *itupun kalau ada :P* ya cuma tentang saya ajah. apa kabar saya hari ini sama besok. anyway, langkah ini juga terinspirasi oleh mandiri *ga pake bank* yang ganti logo miliaran cuma buat bikin hurufnya jadi huruf kecil. ehehehe.

pengumuman lainnya:
hari ini saya juga ganti tagline! dari yang asalnya Just Me, Simply Me yang berkesan tua, keminggris, dan formal menjadi:

hanya bualan belaka™

simpel dan langsung ke tujuan. yang satu ini mengingatkan para pembaca untuk berhati-hati baca blog sampah ini, karena isinya murni 100% hanya bualan belaka™. alias omong kosong. atau bahasa kerennya: eek kambing alias bulsit *alah ga pake h*. jadi ga usah terlalu gimanaaaa gitu pas baca blog ini. biasa saja, soalnya isinya juga cuma bualan kok. hehe.

nah sekarang, kalo mau tau saya lagi ngapain, jawabannya mudah: sibuk maenan lomo. yang satu itu mungkin bisa kita bahas di tulisan selanjutnya. sekarang sih, pamer foto duluuuu~!

gendut.jpg

gimana? bagus kan? yang bilang jelek ga usah baca blog ini! *lho kok?* haha nggak atuh, becanda. yang pasti, semua orang berubah, saya juga berubah dan blog saya juga berubah. jadi selamat menikmati simplyiyo yang baru, yang isinya cuma bualan belaka.

Teriak.

AAARGH!

Terkadang tersembunyi di balik sejuta kepingan kaca di udara, bayangan-bayangan diri.

Saya bukanlah seorang perfeksionis, tapi saya ingin sesuatunya berjalan dengan sempurna.

Saya ingin agar acara OSIS dapat berhasil.

Saya ingin agar semua teman dan keluarga saya bahagia.

Saya ingin agar saya selalu memperbaiki diri sendiri.

Tapi saya tidak memiliki cukup tekad dan kemauan!

Law of Attraction, orang-orang bilang.

Saya mencobanya: saya telah berusaha untuk selalu positif.

Saya beruasaha untuk memikirkan bahwa diri saya telah mengerjakan apa yang telah ditugaskan. Bahwa saya telah berhasil meraih mimpi. Bahwa semua yang saya cita-citakan terwujud.

Tapi saya sendiri masih terlalu malas hanya untuk bergerak. Saya sendiri masih terlalu sibuk dengan Facebook dan Friendster dan MySpace dan tetekbengek sampah lainnya yang merusak sistematika otak!

Mensketsa desain majalah sekolah?

Membuat tugas matematika?

Memikirkan proposal pensi OSIS?

Berolahraga? *HMM*

Oh Tuhan yang Maha Mengetahui,

Turunkanlah Obat Penghilang Rasa Malas. 

Resolusi.

Berapa megapixels? Bukan itu.

Ini adalah harapan saya di saat saya menginjak 14 tahun! Dan pencapaian yang sudah saya raih di tahun sebelumnya, baik negatif maupun positif.

13 things I’ve done when I was 13:

1.  Terpilih menjadi KETUA OSIS SMP NEGERI 5 BANDUNG.
Ini adalah impian saya semenjak pertama kali masuk SMP. Dan terwujud. ;)

2. Pacaran serius.
Serius disini dapat diterjemahkan sebagai “melalui tahapan bertengkar, putus, dan nyambung lagi.”

3. Teman-teman dekat baru!
Entah berupa teman curhat, teman dunia maya, teman jalan-jalan, rekan sekerja, dan lain-lain.

4. Hidup LEBIH Optimis.
Terimakasih kepada rarasekar dan The Secret, saya bisa menjalani setiap cobaan (mulai dari bulan Desember 07) dengan senyuman dan optimisme tinggi.

5. Dikenal orang lewat tulisan.
Seperti yang bisa pembaca lihat di tulisan sebelumnya, poin nomer lima ini sesungguhnya memalukan karena saya tidak layak untuk hal ini. Tapi, yeah, semakin banyak orang yang membaca pikiran-pikran saya, semakin senang saya untuk menulis lagi dan lagi.

6. Tampil di TV Lokal dan Nasional!
Yang satu ini benar-benar berkah Allah yang diluar ekspektasi. Alhamdulillah. :)

7. Ditulis di majalah Nasional!
Sama seperti poin yang atas. Alhamdulillah.

8. Punya laptop sendiri.
Terimakasih mami dan papi! :)

9. Kehilangan & kerusakan barang berharga yang diakibatkan kecerobohan diri sendiri.
Mulai dari hilangnya hape di kolong meja sampai tumpahnya tinta pada hape yang berumur seminggu, membuat saya sadar bahwa saya masih terlalu ceroboh.

10. Pertengkaran :(
Dengan keluarga. Dengan orangtua. Dengan kakak. Dengan pacar. Dengan teman. Dengan rekan sekerja. Semuanya membuat saya sadar untuk lebih berhati-hati dan sabar dalam bersikap.

11. Mempertahankan prestasi akademik.
Alhamdulillah, semoga seperti ini seterusnya. Amiin.

12. Dipanggil “bapak” oleh petugas delivery service.
Yang satu ini lucu. Dulu, saya selalu saja dipanggil “ibu” atau “mbak” setiap kali menelepon ke delivery service! Tapi kini:

“Selamat malam, Pak. Mau Pesan apa?”

YES!

13. Belajar banyak soal kehidupan :)
Hanya orang bodoh yang terjerumus ke lubang yang sama untuk kedua kalinya. Dan karena saya bukan tak ingin menjadi orang yang bodoh. Maka semua kejadian selama saya berumur 13 merupakan berkah dari Allah, yang baik maupun yang buruk, dan merupakan bahan pembelajaran yang paling berharga di muka bumi.

14 things I wanna do when I turn 14:

1. Lebih dekat denganNya.
Saya sadar bahwa di umur yang ke-13 kemarin merupakan titik terendah dalam grafik keimanan saya. Saya sadar bahwa saya adaah makhluk yang berlumuran dosa. Maka itu, di umur 14, saya harus bisa untuk selalu dekat denganNya! Dan memohon sambil bersujud untuk ampunan dariNya. Ampuni hambamu, Ya Allah!

2. Membahagiakan kedua orang tua dan saudara.
Saya tahu, selama ini saya sering sekali menyakiti hati keluarga saya dengan bersikap dan bertindak seenaknya. Saya tidak mau itu terulang saat saya berumur 14 tahun! Tentunya saya harus bisa untuk selalu menaruh keluarga dalam prioritas nomer satu!

3. Mencari sahabat.
Sebenarnya saya enggan menaruhnya dalam daftar ini, tetapi setidaknya jika saya bersikap sebagai seorang sahabat yang baik, maka saya pun akan mendapatkan sahabat tanpa harus susah-susah mencarinya :)

4. Lebih bijaksana dalam bersikap.
Jujur, selama ini, entah pada saat saya menjalankan tugas sebagai Ketua OSIS, ataupun sebagai Wisnu Aryo biasa, masih banyak sikap saya yang kurang bijaksana sehingga menimbulkan pertikaian atau kesalahpahaman. Di umur yang ke-14 ini, tentunya saya harus belajar untuk bisa lebih bijak lagi!

5. Less Talk, More Actions.
Sebagai seorang Ketua OSIS, kadang-kadang skill yang paling diperlukan adalah untuk MEMERINTAH. Itulah mengapa bapak-bapak yang duduk di kursi-kursi empuk itu disebut PEMERINTAH. Tapi terkadang, saya terlalu asyik memerintah sehingga melupakan tugas-tugas yang seharusnya saya lakukan. Maka itu, di umur 14, saya akan meberi contoh terlebih dahulu sebelum bisa untuk memerintah.

6. Mendalami bidang fotografi.
Saya cinta fotografi. Entah itu memotret, dipotret, mengedit foto, hingga memamerkan foto terbaru di friendster. Tapi skill fotografi saya masih sangat minim, dibandingkan dengan expert-expert yang lainnya. Sekarang, saya ingin sekali untuk mempelajari editing photoshop sekaligus bereksperimen dalam lomografi! Dan mungkin setelah saya sukses melakukan dua hal tersebut, saya akan belajar untuk memotret dengan baik dan benar. We’ll see.

7. Terus memperlancar Bahasa Inggris & Belajar bahasa baru.
Bahasa Inggris adalah kunci dunia. Dimanapun itu, mulai dari Eropa sampai Australia, kita akan menemukannya di mana-mana. Saya ingin lebih lancar dalam berbahasa Inggris. Jika saya telah berhasil, saya juga ingin untuk belajar bahasa lainnya. Prancis? Jerman? Jepang?

8. Belajar masak!
Keluarga saya adalah penjunjung tinggi seni kuliner. Ibu saya adalah seorang pemasak yang handal, dan kami semua merupakan orang yang “memiliki standar makanan di atas rata-rata”. Ibu saya bahkan memiliki sebuah quote menarik:

“Kita hidup untuk makan.”

Yep. Ada benarnya. Kita mencari uang bukan untuk membeli jeans keluaran terbaru, tapi untuk mencari makanan. Jika slogan tersebut dibalik menjadi “Kita makan untuk hidup”, well, itu adalah fakta yang umum. Karena manusia tak bisa hidup jika tidak makan. Tapi, lihatlah, berapa lama waktu yang kita habiskan dan uang yang kita buang untuk makanan dan minuman?

Itu adalah alasan mengapa saya harus belajar memasak. Karena saya hidup untuk makan. Dan saya tak bisa hidup jika makanan tersebut hanya berupa mie instan dan telur ceplok saja.

9. Belajar desain grafis.
Salah satu hobi kesukaan saya adalah mendesain secara digital. Tapi ilmu saya di bidang yang satu ini jelas masih di bawah rata-rata. Maka itu, saya harus belajar lebih banyak tentang bidang ini. Target saya? Ilmu Vektor (CorelDRAW/Illustrator) dan Webdesigning.

10. Belajar main salah satu alat musik.
Tidak ada alasan untuk yang satu ini. Ini adalah kewajiban.

11. Belajar menyetir mobil.
Memang masih harus menunggu tiga tahun lagi untuk mendapatkan SIM resmi dan bisa menginjak aspal. Tetapi, apa salahnya jika saya ingin mempelajari mekanisme simpel menyetir mobil? Mungkin saya juga bisa mempraktekkannya sedikit di kompleks perumahan kosong dekat rumah. Hmm.

12. Rajin menulis.
Blog. Buku Diary. Buku Catatan. Puisi. Cerpen. Novel. Apapun itu. Saya harus tetap menulis dimanapun dan kapanpun!

13 Rajin olahraga, dan Kurus!
Yang satu ini memang sedikit sulit sih. Tapi apa salahnya mencoba? Mungkin saya harus menekuni satu bidang olahraga terlebih dahulu, dan aktif didalamnya. Well, I’ll try, okay?

14 Membuat event-event OSIS yang sukses.
Saya memiliki sangat banyak rencana yang sudah berputar di otak saya, dan saya harus bisa mengarahkan tim OSISPK untuk melaksanakannya dengan sebaik mungkin! Semangaat!

Wah, terlihat banyak ya? Tapi saya OPTIMIS. Bahwa pada tanggal 4 Januari 2009, saya akan menulis sebuah tulisan yang sama. Dan semua resolusi saya telah tercapai! Amiiin!

Satu dan Empat Belas.

Pada hari ini, satu tahun yang lalu, saya baru saja pulang dari Singapura. Dan saya meresmikan blog ini. Blog abu-abu pindahan dari blog abu-abu saya yang dulu, yang sudah usang.

Dan hari ini, blog ini resmi berumur satu tahun.

Dan hari ini juga, telah 14 tahun Tuhan menakdirkan saya untuk membuka mata dan berdiri di dunia ini.

Sebagai seorang Wisnu Aryo Setio.

Selama 14 tahun, tentu banyak sekali hal yang sudah saya dapat dan pelajari. Mata saya sudah memandang dunia dengan lebar dan jelas. Telinga saya sudah mendengar lantunan musik berbagai jenis. Lidah saya sudah mencecap ratusan macam makanan.

Tapi, saya tetap belajar.

Manusia tidak ada yang sempurna. Saya? Jauh dari kata kesempurnaan.

Saat media menyinari saya dengan lampu-lampu, mencetak senyum saya di kertas glossy yang terbungkus plastik dan dijual oleh abang-abang majalah. Saya menjadi gusar. Saya malu.

Setiap kali saya membaca satu paragraf pendek yang berisi pujian itu, saya ingin membakarnya ke tanah.

Dalam SATU TAHUN, saya hanya bisa menghasilkan KURANG DARI TIGA PULUH curahan hati pribadi yang tidak bermutu.

Lalu kenapa di atas kertas glossy itu, wajah saya tercetak dengan jelasnya?

Di umur yang ke empat belas ini, dan di tahun pertama blog ini, saya harus membuktikan, bahwa nama saya LAYAK tercetak di situ!

I’m back! 

Delapan, eh, Sembilan keanehan diri saya.

Eight random facts/habits about me.

Yang tadi itu judul asli dari baton ini ya.

*****

SATU. Saya yang selalu menggigit apa saja. Dengan cara yang ekstrim.

Haha mungkin pembaca ada yang suka gigit-gigit sediotan sampe lurus, atau gigit-gigit kuku sampe bujel-bujel. TAPI SAYA TIDAK! Pertama memang dimulai dari saya suka gigit kuku, dan gigit sedotan sampe lurus. Lama-lama berubah menjadi gigit sedotan sampe KERITING, gigit segala sesuatu yang plastik seperti tutup dan leher botol aqua atau green tea. Sampe gigitin bantal guling sehingga mereka jadi luntur warnanya dan kainnya jadi tercabik-cabik. Dan semua ballpoin dan pensil saya pun mudah dibedakan. Karena apa? Tebak sendiri. :p

Ohya. Saya juga suka gigitin remote tv, remote ac, lemari, bahkan HANDPHONE *WTF!*. Tapi dalam kesempatan tertentu saja.

DUA. Saya yang tergila-gila dengan makanan yang kecil-kecil dalam jumlah yang banyak.

Saya memang orang yang tak bisa berhenti mengunyah sesuatu, tapi JAUHKANLAH saya dari barang-barang kecil tapi banyak yang nista itu. Jika pembaca memberi saya satu potong cake, misalnya. Pasti baru setengah juga saya akan menyerah, karena kenyang. Tapi… jika didekatkan dengan KUE KERING? Wah, beda persoalan. Saya bisa menghabiskan kue kering dalam jangka waktu sekali buka toples dan tanpa menutupnya lagi *satu periode makan*. Apalagi kalau sudah dekat dengan KACANG. Atau jelly INACO *yang plastiknya bakalan ikutan saya gigitin sampe ancur. wow*. Atau es bon-bon mini. Yang paling aneh, jika membuka YAKULT, satu plastik *yang isinya lima itu* akan saya habiskan dalam setengah jam. Ganas.

TIGA. Saya yang jago main Adobe dan punya Blog tapi bego banget soal MS OFFICE.

Jangan dibahas. The title says it all.

EMPAT. Saya yang sangat ekspresif.

Ekspresif disini dapat diartikan dengan sering nari-nari di depan kelas tanpa tahu malu padahal sudah jadi Ketua OSIS. Dan tanpa malu-malu tiduran di lantai ruang kerja *haha maksudnya RUANG OSIS* padahal ada mata dua puluh wanita memandang. Ini nyata. Tanya teman-teman baik saya.

LIMA. Saya yang buta warna parsial.

Dan saya ga akan bisa masuk ke banyak fakultas yang saya mau. D A M N.

ENAM. Saya yang takut sekali sama film horror.

Haha, turunan ayah. Cuma saya memang benar-benar takut. TAKUT. Takut yang mebuat saya sampai merobek halaman belakang CINEMAGS *dan majalah lain yang saya beli* dengan semena-mena karena ada poster film horror terbaru Montgomery “Monty” Tiwa yang berjudul…. Ah, saya terlalu takut untuk menyebutkannya.

TUJUH. Saya yang selalu, SELALU, terkena karma.

Semua hal yang dulunya saya benci, menjadi sebaliknya. Saya yang dulu menghujat MCR, sekarang hafal lirik lagu-lagunya. Saya menyenandungkan lagu Kangen Band setiap saya senggang. Saya berteman dekat dengan musuh bebuyutan saya. Saya membeli jaket yang warnanya persis dengan jaket teman yang seminggu sebelumnya saya hina habis-habisan. Saya selalu hidup dengan dikejar karma.

DELAPAN. I am a total freak.

Kenapa? Karena sebenarnya masih banyak yang belum saya ceritakan. Saya mempunyai guling yang dilipat sedemikian rupa hingga pendek, saya ikat sarung gulingnya, dan saya namai GULING KROKET. Saya memiliki selera musik yang begitu aneh dan beraneka macam. Saya membenci SMS tapi tak bisa hidup tanpanya. Saya yang suka seni tapi tak bisa menggambar. Saya yang mencintai kopi-kopi hedon *baca: starbucks dan coffee bean* walau disaat saya tak punya uang sedikitpun. Saya yang selalu takut masuk bioskop karena satu: gelap. dua: saya takut sebelum film yang saya tonton diputar, ada trailer film horror. Tapi saya selalu menyambangi bisokop minimal satu bulan empat kali. Saya yang takut dengan tulisan YANG BESAR dan STATIS. Saya yang takut dengan iklan yang berukuran kelewat besar. Saya yang—-
Oops. Sudah jauh dari delapan.

SEMBILAN. Saya yang ngga bisa berhenti ngomong, dan nulis, kalo udah asik.

Bahkan saya harus melanggar judul dari post aneh ini.

Yang mau bikin ulang, silahkan. Saya ngga mau ngetag siapapun kok.

UPDATE: Baru sadar, ada satu poin yang aneh banget.

Saya yang takut dengan tulisan YANG BESAR dan STATIS.

Itu baru aneh. Haha seolah olah kayak mau dimakan gitu sama huruf-huruf yang sebesar dosa itu. Mungkin aku bisa lari ketakutan kali kalo berdiri di depan plang HOLLYWOOD. *apasih*

Halo Dunia. Apa Kabar?

Pertama, Happy Eid Mubarak, Everybody!

Sungguh lama sekali saya *sekarang pake saya ya, pembaca* tidak membuka blog saya yang sudah berkarat ini. Sebagian menyangka saya kenyang dan bangga akan popularitas. Sebagian menyangka titik puncak saya hanyalah nampang di televisi. Tapi sebenarnya bukan itulah alasan saya untuk melakukan hiatus menulis yang sangaaaat lama. Saya masih mencintai dunia maya dan dunia penulisan seperti saya mencintai hal yang saya cintai *aduh redundan banget yeuh*. Tetapi saya terlalu sibuk, dan kesibukan melahirkan kemalasan untuk menulis, dan kemalasan untuk menaruhnya di blog abu-putih ini.

Loh emangnya, kamu sibuk apa sih Iyo? Gaul banget pake sibuk segala!

Ealah, iya. Saya lupa buat cerita. Kehidupan tahun ajaran baru saya berjalan dengan cukup gemilang. Pertama, saya tidak salah ditempatkan di kelas DELAPANEF. Karena apa? Karena kelas tersebut adalah kelas yang kompak, dan sangat gila sekali. Hebat banget lah, kelas itu. Nonton bareng bisa sampai 32 anak ditambah wali kelas? Itu prestasi.

Selain itu, pelajaran yang saya terima di kelas delapan juga mulai mencekik. Bayangkan, banyak sekali pelajaran yang harus saya terima dalam waktu yang semakin dikurang. Dipotong libur, dan aktivitas saya di luar aktivitas akademis saya yang dipenuhi guru-guru yang, yaah, sedikit… menyebalkan.

Aktivitas apaan lagi tuh? Kok kayaknya heboh bener…

Nah ini, yang penting. Dua minggu setelah tahun ajaran pertama, sepuluh besar di kelas tujuh masing-masing dipanggil ke sebuah aula besar. Kami dikumpulkan untuk mengikuti sebuah acara yang dinamai PEMILIHAN ANGGOTA ORGANISASI SISWA INTRA SEKOLAH DAN MAJELIS PERMUSYAWARATAN KELAS MASA BAKTI PERIODE TAHUN DUA RIBU TUJUH HINGGA DUA RIBU DELAPAN, atau bisa disingkat sebagai Pemilihan OSISPK Baru. Acara yang dipenuhi ludah *yuck* para pewawancara yang kerjaannya hanya memarahi kami ini berlangsung dalam beberapa tahapan.

Pertama, seratus anak diwawancarai sepuluh interviewer *alah gaul euy* yang merupakan anggota OSIS&PK0607. Mereka ini menanyakan visi, misi, program kerja, dan tekad kami sebagai COP atau CALON OSIS PK *gariiiing!*. Ada juga sih pewawancara yang sedikit menggangu kehidupan pribadi saya. Seperti saat menyuruh saya dan si yayang *yang juga COP* untuk putus karena OSIS. Hmm… Ya ya. Saya berhasil melalui tahapan ini dengan cukup tenang. Sementara, hampir semua perempuan COP tumbang menangis saat disuruh melakukan hal bodoh, atau ditanya tentang hal pribadi. Saya sendiri disuruh untuk bernyanyi lagu KUCING GARONG *yang masih ngetren pada saat itu* di depan puluhan anak paduan suara dengan gaya lumba-lumba ngesot kejepit jebakan tikus. *ngga atuh. itu emang sedikit hiperbol*. Saya berhasil lulus tahapan tersebut dengan, ehem, NILAI WAWANCARA URUTAN PERTAMA. Yah orang lidah lincah kayak saya gini sih gampang lah, ditanya apa juga. *NARSIS YA*

Lalu, wawancara dilanjutkan kepada empat guru pembina kesiswaan. Yang ini skip aja ah. Ga rame wawancaranya. Oh iya, lupa! Empat Belas anak yang nilai wawancaranya tertinggi berlanjut ke tahapan wawancara guru. Sementara, 16 yang lebih kecil nilainya akan dijadikan SEKBID atau Seksi Bidang dan mereka harus ikut screening terpisah. Pokoknya, di tahapan wawancara guru ini, saya berhasil dengan cukup baik. Dan para guru menentukan empat calon yang akan bertarung dalam PILKETOS (Pemilihan KETUA OSIS) memperebutkan seribu lima ratus votes dari guru, semua siswa, serta elemen sekolah.

Bisa nebak selanjutnya kayak apa?

YA, SAYA TERPILIH MENJADI SALAH SATU CAKETOS (Calon Ketua OSIS).

Continue reading ‘Halo Dunia. Apa Kabar?’